Bukan sekedar kasus penggelapan dana.
Setelah merilis serial kriminal A+ pada Mei lalu, Rumah Produksi Falcon Pictures kembali dengan Rencana Besar.
Serial bertotal 6 episode ini, dibintangi banyak artis kelas A, yaitu Dwi Sasono, Chicco Kurniawan, Adipati Dolken, Prisia Nasution, Hanggini dan Arswendy Bening Swara.
Rencana Besar yang diadaptasi dari karya Tsugaeda ini, tidak hanya menujukkan ketegangan menemukan pelaku penggelapan dana, yang berpotensi menimbulkan krisis moneter. Tetapi juga membicarakan dinamika manusia saat terjadi krisis itu. Apalagi isu yang diangkat juga kekinian, yaitu berlatar tahun politik pemilihan presiden.
Drama berdurasi 30 menitan ini sudah bisa ditonton di Prime Video sejak 5 Oktober 2023. Sebelum nonton, yuk kenalan lebih jauh melalui fakta-fakta serial Rencana Besar berikut ini.
Daftar isi
- 1. Adaptasi novel karya Tsugaeda
- 2. Dipimpin sutradara La tahzan, 99 Nama Cinta, dan Rentang Kisah
- 3. Peran Dwi Sasono di Serial Rencana Besar
- 4. Peran Chicco Kurniawan di Serial Rencana Besar
- 5. Peran Adipati Dolken di Serial Rencana Besar
- 6. Peran Prisia Nasution di Serial Rencana Besar
- 7. Peran Hanggini di Serial Rencana Besar
- 8. Peran Arswendy Bening Swara di Serial Rencana Besar
- 9. Peran Khiva Iskak di Serial Rencana Besar
- 10. Peran Teuku Rifnu di Serial Rencana Besar
- 11. Pememang Piala Citra, Titien Wattimena menulis skenario
- 12. Sinopsis Serial Rencana Besar
- 13. Daftar Pustaka
1. Karya-karya penulis Novel Rencana Besar
Tsugaeda dengan panggilan Ade merupakan penulis yang debut melalui novel Rencana Besar pada tahun 2013. Karya-karyanya bernafas fantasi-kriminal dengan topik kejahatan yang melibatkan korporasi.
Novel Rencana Besar pernah memenangkan Scarlet Pen Awards, sebuah ajang penghargaan tahunan untuk penulis fiksi kriminal di Indonesia, pada tahun 2021 kategori Best Thriller. Kemudian, karya Tsugaeda Efek Jera, mendapatkan nominasi Author of the Year pada ajang dan tahun yang sama.
Karya-karya lain Tsugaeda antara lain, Sudut Mati (2015), Muslihat Berlian (2021), Sisi Liar (2022), dan Dasawarsa Satu (2022). Semua karyanya mendapatkan nilai rata-rata diatas 4/5 di laman goodreads.
Novel Rencana Besar mengisahkah satu dari tiga orang pegawai muda dan cerdas dicurigai menjadi dalang penggelapan dana 17 miliar dari sebuah bank.
Makarim bukan seorang detektif, melainkan konsultan. Itu sebabnya ia enggan menerima pekerjaan untuk memecahkan kasus itu. Namun, mengetahui imbalan fantastis yang bisa didapatkan membuatnya berubah pikiran. Apalagi sepertinya pekerjaan ini mudah.
Setelah diselidiki, ternyata segalanya jauh dari kata mudah. Ia menguak sebuah rencana besar dari pelaku yang berujung menyeretnya terlibat dalam skandal hebat bank tersebut. Kasus ini tidak sederhana, bahkan mengancam nyawanya. (tsugaeda.com)
2. Dipimpin sutradara La tahzan, 99 Nama Cinta, dan Rentang Kisah
![]() |
| Poster film La Tahzan, 99 Nama Cinta, dan Rentang Kisah. Foto: ©Falcon Pictures - MNC Pictures |
Danial Rifki, yang juga penulis skenario mengungkap bahwa serial Rencana Besar mulanya menggunakan alur linier/maju, alias jalinan ceritanya mengikuti kronologi waktu. Namun untuk menjaga penonton tetap penasaran dengan serial bergenre whodunit ini, maka sutradara menggunakan alur maju-mundur. Sutradara yang menulis "Tanah Surga...Katanya" (2012) ini juga menuturkan, alur linier perencanaan Rencana besar terletak pada penjabaran A sampai Z dalam 'buku putih' mereka.
Kata Danial bersama VOI, “For the sake of teka teki, memang polanya kita buka dengan isu besar lalu kita kupas satu-satu karakternya seperti apa dan permasalahnnya”. Prisia Nasution, salah satu pemeran berpendapat kalau penonton mungkin berhenti di episode tiga jika penceritaan Rencana Besar beralur linier.
Sutradara Danial Rifki sudah berkecimpung di dunia sinema sejak 2007 dengan debut film pendek "Karena Aku Sayang Markus". Film itu langsung menyabet Piala Citra sebagai Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2007. Ia juga memenangi penghargaan internasional dalam Kyoto International Student and Video Festival 2010 dengan film pendek "Anak-Anak Lumpur" (2010).
Karir Danial pun moncer di bidang penulisan skenario. Melalui "Tanah Surga...Katanya" ia memenangi Piala Citra kategori Cerita Asli Terbaik di FFI 2012. Dia juga menulis skenario film Air Mata Terakhir Bunda (2013), Haji Backpaker (2014), dan Rentang Kisah (2020).
3. Dwi Sasono, detektif pengusut penggelapan dana yang terseret pusaran permainan politik
![]() |
| Peran Dwi Sasono di serial Rencana Besar. Sumber foto: instagram/falconpictures-fimela.com-trailer Rencana Besar |
Dwi Sasono mulai mendapat perhatian publik setelah membintangi film Mendadak Dangdut (2007), yang merupakan film pertamanya. Film yang juga dibintangi Titi Kamal ini, mengantarkan Dwi Sasono dalam nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia dan Festival Film Jakarta tahun 2006.
Makarim adalah peran Dwi Sasono di serial Rencana Besar, seorang detektif unit kejahatan siber. Ia mendapatkan tugas untuk memimpin penyelidikan penggelapan dana yang diduga melibatkan karyawan sebuah bank, yaitu Universal Bank of Indonesia (UBI). Namun, semakin dalam Makarim mengusut kasus tersebut, ia menemukan kertekaitan perkara dengan politik, yang menjadikannya bukan sekedar kejahatan penggelapan dana.
Trailer menunjukkan kalau kasus penggelapan dana tersebut sampai merenggut tiga pegawai UBI. Makarim juga diperlihatkan mendapatkan teror karena memimpin kasus yang ditengarai melibatkan politik.
Tahun 2023, Dwi Sasono telah menyapa penggemar lewat lima sinema. Ada film Gita Cinta dari SMA, Losmen Melati, Jin & Jun, serial Suami Suami Masa Kini 2, dan Losmen Melati the Series.
4. Terduga penggelapan dana, Chicco Kurniawan sebagai personil IT
![]() |
| Peran Chicco Kurniawan di serial Rencana Besar. Sumber foto: fimela.com-instagram/falconpictures-trailer Rencana Besar |
Aktor Chicco awalnya puyeng saat ditawari peran di Rencana Besar, “Pas baca awalnya, puyeng. Karena aku enggak pernah nyentuh cerita politik. Menariknya, ya walaupun puyeng ya tetap saya kerjain!” Bintang serial "Hubungi Agen Gue!" ini, juga menunjukkan ketertarikan pada cerita Rencana Besar yang tidak hanya mengungkap fenomena politik, tetapi berbicara mengenai dinamika manusia pada fenomena itu.
Bintang pemenang Piala Citra kategori Pemeran Utama Pria Terbaik melalui film Penyalin Cahaya ini, debut sebagai model pada tahun 2014. Chicco mulai terkenal setelah membintangi film Posesif (2017) bersama Adipati Dolken dan Putri Marino.
Kemudian film pendek Pria (2017) yang mengkritik norma dan kebudayaan masyarakat, membawa Chicco dalam nominasi di penghargaan internasional. Ada Best Actor - Short Film di Twister Alley International Film Festival 2017 dan Best Lead Actor in a Short Film di Madrid International Film Festival 2017.
5. Bukan anak sulung di Serial Sabtu Bersama Bapak, Adipati Dolken jadi pimpinan serikat kerja
![]() |
| Peran Adipati Dolken di serial Rencana Besar. Sumber foto: fimela.com-instagram/falconpictures-trailer Rencana Besar |
Di serial Sabtu Bersama Bapak (2023), Adipati Dolken memerankan Satya, anak sulung keluarga Gunawan yang terlalu kaku sehingga berjarak dengan anak-anak dan istrinya. Disini, ia menjadi ketua serikat kerja bernama Rifad yang tegas dan lantang dalam orasi-orasinya. Rifad juga karyawan di UBI yang diduga dalang penggelapan dana.
Adipati Dolken mengungkap rasa gembira saat menerima naskah Rencana Besar. Sebab, serial bergenre kriminal ini, masih jarang di Indonesia. Katanya, “Gue bersyukur ada di series ini yang akhirnya membuka juga tabungan apa yang gue udah kerjain karena jarang genre ini dan bisa ada di kesempatan itu ya gak selalu ada jadi ya happy lah”. Antusias Adipati Dolken begitu besar pada serial Rencana Besar, seperti serunya ia berdiskusi mengenai karakter Rifad bersama sutradara sejak sesi reading naskah sampai syuting.
Aktor kelahiran Jakarta ini mendapat pengakuan akting berkat film Sang Kiai (2013), yaitu Pemeran Pendukung Pria Terbaik di FFI, sekaligus menjadi salah satu pemenang termuda Piala Citra. Ia membintangi banyak karya poluler yang kebanyakan bergenre romantis, meliputi, Malaikat Tanpa Sayap (2012), Perahu Kertas (2012), #TemanTapiMenikah (2018), #TemanTapiMenikah2 (2020) hingga "Akhirat: A Love Story" (2021).
6. Ayumi, seorang internal auditor diperankan Prisia Nasution
![]() |
| Peran Prisia Nasution di serial Rencana Besar. Sumber foto: fimela.com-instagram/falconpictures-trailer Rencana Besar |
Rencana Besar menandai serial kedua Prisia Nasution di tahun 2023, dua lainnya adalah Katarsis yang tayang Februari lalu di Vidio dan Tukar Tambah Nasib, segera pada 7 Desember di Prime Video.
Ayumi adalah peran Prisia Nasution, seorang internal auditor di Universal Bank of Indonesia. Wanita yang bertugas mengevaluasi kinerja UBI ini, di trailer terlihat pemberani, pintar dan tegas. Ucapannya, "Harusnya yang Anda interogasi itu atasan saya, bukan saya", menunjukkan aura berani tokoh Ayumi. Trailer juga menunjukkan gerak-gerik mencurigakan Ayumi yang terbilang dekat dengan pimpinan serikat kerja, Rifad (Adipati Dolken). Apa gerangan hubungan mereka ya?
Prisia Nasution yang mulai berkarir sebagai model ini, juga seorang presenter dan sutradara. Serial original Vision+ 12 Hari, menjadi karya debut sutradara Prisia Nasution.
Aktris beralmamater Swiss German University ini, mendapat pengakuan dari FFI 2011 sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik berkat film Sang Penari. Demi memerankan tokoh Srintil di film tersebut, Prisia sampai berlatih tari ronggeng dan belajar bahasa di Banyumas, Jawa Tengah. Ia bahkan mengurangi makan agar total memerankan gadis desa yang kekurangan gizi.
Kepopuleran Prisia Nasution karena Sang Penari, membuatnya kebanjiran tawaran. Hingga di 2013 saja, ia membintangi lima film sekaligus, yang salah satunya melakonkan Iriana dalam film Jokowi.
7. Hanggini menjadi pegawai dengan kekayaan besar sehingga dicurigai sebagai pelaku penggelapan dana
![]() |
| Peran Hanggini di serial Rencana Besar. Sumber foto: fimela.com-instagram/falconpictures-trailer Rencana Besar |
Hanggini memerankan Amanda, salah satu terduga penggelapan dana. Amanda adalah karyawan UBI yang bekerja di divisi marketing. Ia dicurigai polisi lantaran memiliki jumlah kekayaan yang besar.
Rencana besar menjadi sinema bergenre thriller-kriminal pertama Hanggini. Sebelumnya ia menjadi pemeran utama film Geez & Ann (2021), Pesan di Balik Awan (2021), dan Cek Ombak (Melulu) (2022). Aktris 24 tahun ini juga seorang presenter di Koki Cilik (2007-2011), yaitu acara yang melambungkan namanya.
8. Calon presiden oleh Arswendy Bening Swara
![]() |
| Peran Arswendy Bening Swara di serial Rencana Besar. Sumber foto: instagram/falconpictures-trailer Rencana Besar |
Arswendy Bening Swara telah aktif berakting sejak 1982 melalui sebuah Teater Mandiri. Di Rencana Besar, Arswendy memerankan Surya Nawasena yang juga terduga penggelapan dana di UBI. Selain komisaris utama bank tersebut, Surya juga sedang mencalonkan diri sebagai presiden.
Meski sudah tidak muda, Arswendy masih berkarya dan menjadi perbincangan hangat melaui film Survive (2021), Ngeri-Ngeri Sedap (2022), Nana (2022), dan Autobiography (2023). Melaui Autobiography, Arswendy mendapat penghargaan internasional Best Actor di Marrakech International Film Festival dan Best Supporting Actor di Malaysia International Film Festival berkat peran Purnawinata.
9. Khiva Iskak dari Film Preman, menjadi wakil direktur Universal Bank of Indonesia (UBI)
![]() |
| Peran Khiva Iskak di serial Rencana Besar. Sumber foto: instagram/falconpictures-trailer Rencana Besar |
Khiva Iskak melakonkan wakil direktur di UBI bernama Agung. Adegan trailer menunjukkan Agung berbincang serius dengan detektif Makarim. Kata-katanya, "Bukan hanya kepada saya, tetapi ke kalian semua" merujuk pada kemisteriusan Agung.
Sebelum serial Rencana Besar, Khiva Iskak telah membintangi film Hidayah (2023), Rumah Kaliurang (2022), Warkop DKI Reborn 3 (2019) dan Perburuan (2019). Khiva memenangkan Aktor Pilihan Tempo tahun 2021 berkat perannya sebagai Sandi di film Preman (2021).
10. Teuku Rifnu memeriahkan cerita sebagai kaki tangan Surya
![]() |
| Peran Teuku Rifnu di serial Rencana Besar. Sumber foto: trailer Rencana Besar |
Tahun 2023 saja, Teuku Rifnu Wikana sudah dan akan menyapa penggemar melalui sepuluh karya. Ada film Bayi Ajaib, Adagium, Diambang Kematian, serial Katarsis sampai Rencana Besar.
Teuku Rifnu Wikana memerankan Teddy, seorang pimpinan preman. Teddy memimpin gerombolan preman untuk mengacaukan penyelidikan polisi terhadap Surya, pegawai UBI, dan pemain politik dari atasan Makarim. Gerombolan preman ini menggunakan cara-cara klasik untuk membuat kekacauan, salah satunya teror dan pembunuhan.
Aktor kelahiran Pematangsiantar, Sumatra Utara ini juga menulis naskah film Night Bus (2017) bersama Rahabi Mandra yang berdasar cerpen karyanya, Selamat. Film tersebut memenangkan beragam penghargaan, salah satunya kategori penulisan naskah, yaitu Piala Citra Penulis Skenario Adaptasi Terbaik dan Piala Maya Skenario Adaptasi Terpilih.
11. Pemenang Piala Citra, Titien Wattimena menulis skenario
![]() |
| Poster film Dilan 1991, Laskar Pelangi dan My Sassy Girl. ©Max Pictures-Miles Films-Falcon Pictures |
Sepanjang karirnya, Titien Wattimena menulis banyak karya adaptasi. Antara lain karya-karya Pidi Baiq: Dilan 1990 (2018), Dilan 1991 (2019), dan "Milea: Suara dari Dilan" (2020). Lalu ia juga mengerjakan remake film Korea Selatan berjudul My Sassy Girl (2022). Penghargaan Piala Citra kategori Skenario Adaptasi Terbaik, diraih Titien berkat film Aruna & Lidahnya (2018).
12. Sinopsis Serial Rencana Besar
Trailer serial Rencana Besar
Terbongkarnya penggelapan dana sebesar 17 miliar rupiah di Universal Bank of Indonesia (UBI), menghebohkan masyarakat karena berpotensi menimbulkan krisis moneter seperti tahun 1998 silam.
Saat menyelidiki kasus tersebut, polisi mencurigai empat pegawai UBI yang kemungkinan besar adalah dalangnya. Namun, semakin dalam polisi mengusut kasus tersebut, mereka menemukan kertekaitan perkara dengan politik, yang menjadikannya bukan sekedar kejahatan penggelapan dana.
Makarim (Dwi Sasono), adalah detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus penggelapan dana tersebut. Berbekal klaim server UBI yang sulit diretas, memunculkan dugaan kalau pelaku kejahatan berasal dari pegawai perusahaan.
Polisi mencurigai empat pegawai Universal Bank of Indonesia, yaitu Reza Ramaditya (Chicco Kurniawan), Rifad (Adipati Dolken), Ayumi (Prisia Nasution) dan Amanda (Hanggini).
Reza dicurigai karena kemampuan peretasannya. Sedangkan Rifad adalah ketua serikat pekerja yang lantang dan tegas. Tanggungjawab Ayumi sebagai internal auditor yang mengevaluasi kinerja perusahaan menjadi landasan kecurigaan. Sementara itu, polisi curiga dengan asal kekayaan Amanda sebagai pegawai di divisi marketing.
Proses penyelidikan itu mengarah pada komisaris Bank UBI, Surya Nawasena (Arswendy Bening Swara), yang diketahui sedang mencalonkan diri sebagai presiden.
Masalah semakin runyam saat polisi harus berhadapan dengan gerombolan preman yang dipimpin Teddy (Teuku Rifnu). Gerombolan preman ini menggunakan cara-cara klasik untuk membuat kekacauan, salah satunya teror dan pembunuhan.
13. Daftar Pustaka
Andaresta, Luke (2 Oktober 2023). Kemelut Kasus Penggelapan Dana dalam Serial Rencana Besar. Hypeabis. Diaskses tanggal 6 Oktober 2023.
Andaresta, Luke (4 Oktober 2023). Daftar Pemain Serial Rencana Besar, Ada Dwi Sasono hingga Prisia Nasution. Hypeabis. Diaskses tanggal 6 Oktober 2023.
Angelina, Tarida (2 Oktober 2023). Tak Linear, Sutradara Ungkap Proses Garap Serial Rencana Besar (voi.id). VOI. Diakses tanggal 6 Oktober 2023.
Angelina, Tarida (3 Oktober 2023). Alasan Adipati Dolken Terlibat dalam Serial Rencana Besar: Genre ini Jarang! (voi.id). VOI. Diakses tanggal 6 Oktober 2023.
Angelina, Tarida (5 Oktober 2023). Kurang Paham Politik, Hanggini dan Chicco Kurniawan Main Serial Rencana Besar. VOI. Diakses tanggal 6 Oktober 2023.
Goodreads. Tsugaeda (Ade) (Author of Rencana Besar) (goodreads.com). Diakses tanggal 7 Oktober 2023.
Tsugaeda. Tsugaeda – Penulis Novel Fiksi-Kriminal Indonesia. Diakses tanggal 7 Oktober 2023.
Wikipedia. id.wikipedia.org. Profil artis, sutradara dan penulis serial Rencana Besar. Diakses tanggal 7 Oktober 2023.













Posting Komentar