Tagar #KaburAjaDulu belakangan ini lagi ngetren banget ya di kalangan anak muda. Emang apa sih itu?
Gampangnya, itu adalah slogan buat mereka yang pengen nyari kehidupan yang lebih baik di luar negeri. Tapi, kenapa sih kok pada pengen "kabur"? Apa memang seberat itu hidup di Indonesia? Yuk, kita bahas disini!
1. Kritik pada Kebijakan Pemerintah
| unsplash.com/@sawyerbengtson |
Nah, #KaburAjaDulu jadi cara halus buat nyindir: “Kalau gini terus, mending cari tempat yang pemerintahannya lebih niat ngurus rakyat.”
Banyak yang ngerasa suaranya nggak didenger, protes cuma jadi angin lalu. Tagar ini kayak bentuk ekspresi bareng-bareng, campuran antara sarkasme sama harapan, bahwa mungkin di luar sana ada sistem yang lebih bikin tenang hidupnya, nggak cuma jadi penutup lubang anggaran doang.
2. Ekonomi Indonesia yang Bikin Elus Dada
| unsplash.com/@steve_j |
Sementara itu, biaya hidup di kota-kota besar makin gila-gilaan. Nggak heran kan kalau banyak anak muda yang ngerasa "capek" dan pengen nyari penghasilan yang lebih baik di luar negeri.
Bayangkan saja, buat ngekos saja udah habis berapa duit. Belum lagi makan, transportasi, dan kebutuhan lainnya. Kalau nggak pinter-pinter ngatur keuangan, bisa-bisa akhir bulan udah nangis bombay, kan. Makanya, nggak sedikit anak muda yang mikir "kabur aja dulu" sebagai solusi demi dapetin hidup yang lebih layak.
3. Persaingan Ketat, Lulus Kuliah Bingung Mau Ngapain
| unsplash.com/@micheile |
Lapangan kerja susah, persaingan ketat, akhirnya banyak yang nganggur atau kerja nggak sesuai jurusan. Belum lagi kalau kepentok umur (alasan keramat), makin panik lagi deh.
Nah, di luar negeri, kesempatan kerja tuh katanya lebih luas. Ada beberapa negara yang nawarin program beasiswa atau pelatihan kerja buat lulusan baru.
Bahkan, ada juga yang tidak memiliki batasan usia kerja. Ini nih yang akhirnya bikin anak muda makin tertarik buat "kabur", siapa tahu aja bisa dapet pekerjaan yang lebih baik dan sesuai minatnya.
4. Gempuran Media Sosial, Hidup Kok Kayak Gini-Gini Aja?
| unsplash.com/@julianchrist |
Apalagi, banyak influencer yang suka pamer kehidupan enak di luar negeri. Liburan mewah, kerja di perusahaan bonafit, yang pokoknya serba wah deh. Sehingga rasanya tinggal di luar negeri bakal secara instan mengubah nasib kita.
Nah, akibatnya anak muda yang scroll media sosial tiap hari pasti makin kepikiran dong. "Kok hidup gue gini-gini aja ya? Kapan bisa kayak mereka?"Akhirnya, muncul deh keinginan buat "kabur", siapa tahu aja bisa dapet kehidupan yang sama atau bahkan lebih baik dari para influencer itu.
5. Tekanan Hidup Modern, Harus Serba Bisa dan Sempurna
| unsplash.com/@markusspiske |
Selain pinter, kita juga harus kreatif, inovatif, produktif, dan lain-lain. Belum lagi tekanan dari keluarga dan lingkungan sekitar yang kadang bikin stres. Kalau nggak kuat-kuat mental, bisa-bisa gampang depresi.
Nah, "kabur" bisa jadi cara buat "refreshing" sejenak dari tekanan hidup modern. Anak muda pengen nyari tempat yang lebih tenang, lebih santai, dan nggak terlalu banyak tuntutan. Siapa tahu aja di tempat baru bisa lebih bahagia dan sukses.
Intinya, tren "kabur aja dulu" ini adalah fenomena yang kompleks.
Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, mulai dari masalah ekonomi, persaingan kerja, hingga tekanan hidup modern. Tapi, yang paling penting adalah jangan sampai kita "kabur" dari masalah yang sebenarnya.
Mungkin ada baiknya kita cari solusi dulu di dalam negeri. Siapa tahu aja, kita bisa berkontribusi buat perubahan yang lebih baik.
Tapi, kalau emang "kabur" adalah pilihan terbaik buat kita, ya monggo aja. Yang penting, jangan lupa sama Indonesia ya!
Sumber Sampul: pexels.com/@edmond-dantes/


Posting Komentar