Sebenarnya saya sama sekali ngga ada niatan mau nonton Mr. Queen karena bawaannya bayangin LGBT. Kenapa bisa mikir gitu? Karena tubuhnya wanita, sedangkan jiwanya seorang pria dan bahkan segenap pola pikir, perasaan, dan tingkah laku berdasarakan jiwa pria itu alias jiwa Jang Bong Hwan.
Makanya, pada mulanya gabisa bayangin tentang gimana bisa cowok dalam tubuh wanita akan menjalin romansa dengan raja mengingat genrenya romantis. Yaah...pada akhirnya mencoba saja. Repot juga yak sayaa. Hehe. Mohon maklum ya, penulis kadang emang suka sensitif soal kisah suatu sinema. Padahal tinggal nonton doang tapi banyak cincong. Wkwkw.
Alasan lain pengen ngicipin Mr. Queen adalah kenyataan bahwa serial ini mampu mencapai rating tinggi, bahkan >8% pada penayangan perdana. Sisi komedi yang katanya bikin ngakak juga menjadi pertimbangan buat ngegass nonton. Tapi tenang gengss, saya akan berupaya sebaik mungkin untuk objektif ditengah kesubsektifan review. Hiyaa
Serial Mr Queen mengusung tema sejarah, komedi, romansa, drama dan fantasi. Tayang mulai Sabtu, 12 Desember 2020 dengan rating pemirsa 15+ atau 15 tahun keatas. Durasi tayang 1 jam 20 menit.
Saya bukanlah penggemar Shin Hye Sun maupun Kim Jung Hyun, tetapi udah pernah nonton serial mereka. Kalo denger nama kak Hye Sun inget banget dengan serial Thirty but Seventeen (2018), She Was Pretty (2015) dan Angel Last Mission (2019). Naiknya karir Shin Hye Sun dari peran pendukung menjadi pemeran utama membuat penulis terpukau. Lakonnya pun selalu berkembang.
Kalo Kim Jung Hyung sendiri kenal dari serial Eulachacha Waikiki (2018). Lucu parah. Tapi penulis salah satu fans aktris senior Bae Jong Ok. Ia jarang gagal memilih serialnya. Badass and keren nih unnie.
Gambar : Dok. tvN
Daftar Isi
- Gambaran Cerita
- Kesan Pertama
- Ratu Receeh Banget, Fokus Komedi
- Serial Fantasi Super Fantasi
- Lakon Shin Hye Sun Emang Mantaap
- Adegan Konyol, Lebih Bagus Nonton Live
- Bae Jong Ok Asli Legend!
- Kurang Merekomendasikan...
Gambaran Cerita
Jang Bong Hwan, seorang koki Rumah Biru Kepresidenan Korea Selatan telah bercita-cita menjadi koki disana sejak usia 13 tahun. Ia bercerita ketika melakukan wawancara, tak sadar bahwa kisahnya akan menjadi kenyataan sekaligus bak pertanda pemecatannya oleh Rumah Biru.
Selama masa menganggur, ia dijebak melakukan tindak kejahatan. Naas, aksinya untuk keluar dari masalah membawanya pada situasi tak terduga. Jiwanya yang bebas masuk ke dalam seorang gadis bernama Kim So Yong, calon ratu kerajaan Jeoseon. Betapa terkejudnya ia mengetahui situasi yang tak masuk akal ini.
Akan tetapi demi bertahan disana sembari menemukan cara untuk kembali. Jang Bong Hwan yang bisa pembaca sebut Ratu Kim So Yong palsu, berupaya beradaptasi dan memerankan lakon Ratu Kim.
Selama disana ia bertemu dengan sosok Raja Cheol Jong yang terkenal sebagai raja bodoh, pecandu alkohol, pemain wanita dan raja boneka dari buku sejarah yang dibacanya. Permusuhan yang ‘tersembunyi’ diantara keduanya mengarahkan mereka pada keinginan untuk hidup di dunia masing-masing. Pada suatu ketika Raja Cheol Jong bermaksud membunuh ratu karena suatu alasan.
Ratu Kim palsu juga bertemu dayang istana, teman masa kecil, bocil, hingga juru masak kerajaan. Mereka saling berinteraksi yang banyak sekali mengundang tawa. Ekspresi, tindakan, dan perkataan lawak kental terlihat dari interaksi mereka.
Selain itu Ratu Kim juga bertemu Ibu Suri, Ibu Suri Agung, dan Kim Jwa Geun yang haus akan kekuasaan. Tentu saja demi melewati masa sulit di istana, ia melakukan banyak upaya untuk mendekati mereka semua. Apakah akan berhasil?
Kesan Pertama
Kelakuan ratu itu lo, receeh gaketulungan.
Melalui teaser, jelas serial ini bergenre komedi. Kemungkinan besar justru komedi penekanannya bukan pada romantis. Karena hampir ga ada kisah romansa pada permulaan episode. Ini menjadi titik balik saya terhadap Mr. Queen yang bisa membuat saya berkata “Owww…Kalo fokusnya ke komedi, mungkin batinku bisa memaklumi.” Hehe. Sama sekali ga ada kontak fisik antara Ratu dan Raja.
Ini serial fantasi yang super fantasi. Peristiwa konyol yang sangat sangat jarang di dunia nyata bisa terjadi. Misalnya mata pancing yang masuk ke dalam ikan.
Sosok pria yang berada di tubuh Queen Cheorin mengingatkan penulis tentang serial Moon Lovers (2016) ketika jiwa IU berteleportasi ke dalam tubuh Hae Soo di jaman Georyoo. Adegan tenggelam juga.
Sama sekali belum terpikirkan bagian manakah dari serial ini yang menarik selain unsur komedinya. Saya akui lakon Shin Hye Sun (Ratu Kim) sangat baik dengan wujud wanita yang memiliki jiwa pria. Lagipula jiwa pria itu bukanlah pria pendiam melainkan sosok yang suka berdebat dan pembuat onar. Sehingga melalui serial ini, Shin Hye Sun bukan memerankan satu tokoh tapi dua tokoh sekaligus, Kim So Young dan Kim So Young berjiwa Jang Bong Hwan.
Saya sangat bisa memahami dan mebayangkan antara kedua karakter ini yang totally berbeda sekalipun diperankan oleh satu orang. Kelakuan Shin Hye Sun yang bar-bar bisa mencerminkan kelakuan bar-bar Jang Bong Hwan. Jelas terbayang dipikiran saya sesuai sekali lakon mereka. Klop gitu. Sebelum dan sesudah masuk ke dalam tubuh Ratu Kim.
Banyak sekali adegan konyol yang lebih menarik jika disaksikan secara langsung. Seperti nada bicara, kelakuan dan pikiran yang sulit untuk dilukiskan dalam kalimat. Shin Hye Sun total banget lakon lawaknya, bahkan pengucapan nada bicaranya bisa mengundang gelak tawa.
Setelah menonton hingga episode 2, penulis berpikir kemenarikan kisahnya terus menurun. Termasuk unsur komedinya seakan ‘garing’ aja, menurut saya. Salah satunya karena unsur konspirasi dalam pemerintahan sama sekali blum meningkat trafiknya. Tetapi intensitas kisah meningkat mulai episode 4, yang mencuatkan praktek pembunuhan Ratu Kim.
Bae Jong Ok (Ibu Suri Agung) seperti biasa kalo berlakon dengan baik pakek banget sebagai orang yang kejam dan selalu menang debat dalam suatu kisah. Ia bak penajahat kelas kakap yang memiliki tembok besar, pemikiran tajam dan kemampaun argumentasi yang tinggi.
Rekomendasi. Kurang merekomendasikan. Sekalipun genrenya romantis-komedi, menurut saya pribadi bukan menu favorit. Salah satunya kurangnya kalimat kutipan yang bisa saya raih. Yaah, karena penulis memang penggemar kata-kata dan dialog keren. Tetapi bila sobat penggemar komedi dan kisah yang berbeda, saya pikir serial ini akan cocok. Terutama bila sobat pembaca ingin melepas stress, karena sajian konspirasinya juga ngga begitu kelam. Oh satu lagi yang perlu pembaca perhatikan adalah buang jauh-jauh pemikiran tentang LGBT pada serialnya, karena kontak fisik sejauh ini belum terbaca.



Posting Komentar