Sebelum itu, saya ingin mengungkapkan kekaguman kepada channel youtube "Menjadi Manusia" yang menyajikan berbagai narasi untuk tetap menjadi manusia. Bila mendengar atau membaca judul channelnya, selalu membuat saya kembali untuk tersadar. Sadar agar segera kembali menjadi manusia versi saya sendiri.
Ok...kita gass ke pembahasan...
Video berdurasi 3 menit 22 detik itu, mengungkapkan pandangan terhadap keadaan covid - 19 yang sedang melanda Indonesia.
"Menjadi Manusia" memberikan narasi tentang dua kondisi. Keadaan pemerintah yang sering memperpanjang PPKM sehingga banyak orang kehilangan pekerjaan. Kebijakan yang membuat banyak rakyat mesti kelaparan.
Kondisi kedua, berkaitan dengan pandangan penulis "Berdamai dengan Keadaan" tentang mawas diri manusia. Melihat banyak cuitan kebencian yang melayang di dunia maya, penulis seolah bertanya kepada mereka "Apakah kita sudah benar - benar menerapkan peran yang memang seharusnya kita lakukan?"
Lalu secara halus, penulis mengungkapkan ketidakseimbangan kritik dengan peran yang sudah penduduk Indonesia ambil.
Tanggapan
Saya setuju dengan narasi yang penulis tuangkan dalam "Berdamai dengan Keadaan". Secara pribadi, judulnya mengingatkan saya tentang berdamai dengan diri sendiri. Dimana saya berpikir ulang, daripada menyalahkan keadaan, bukankah lebih baik instropeksi diri.
Menanyakan "Sudahkah kita melakukan hal yang seharusnya?" Atau bertanya tentang "Apa aku menjadi ektra egois?"
Saya juga bukanlah sosok yang mampu mengatasi kesulitan masa pandemi ini. Berkeluh kesah boleh-boleh saja. Namun, ketika saya melihat banyak orang yang berkeluh dan tidak menerapkan peran dalam menanggulangi covid-19. Minimal pakai masker saja. Tentu saja hal itu tidak sebanding dengan keluh kesahnya.
Ayah saya juga sempat terdampak dengan pandemi. Beliau hampir saja gagal menafkahi keluarga akibat penutupan sana sini. Tapi Alhamdulillah, sekarang kami bisa bangkit lagi dengan pelonggaran yang pemerintah lakukan.
Yaah...walau apa yang saya katakan lebih banyak omong kosong belaka. Tetapi saya tetap ingin menyampaikan kata pengharapan.
Bahwa...
Setiap orang akan punya waktunya. Bersabar, bersyukur dan tawakal adalah pilihan kita dalam setiap keadaan.


Posting Komentar