Begitu tahu pemeran utamanya Kim So Hyun, saya cukup antusias untuk menyaksikan ceritanya. Akan tetapi, salah satunya karena kasus yang menimpa "River Where The Moon Rises" saya sempat drop nonton di episode 4.
Untuk kamu yang belum baca kesan pertama bisa baca disini.
Saya kembali melanjutkan nonton karena lagi 'bergairah' dengan saeguk akibat gelombang "The Red Sleeve" yang menimpa saya. Hehe.
Mari ikuti pembahasan "River Where The Moon Rises" berikut.
Daftar Isi
- 1. Profil
- 2. Pemeran
- 3. Sinopsis
- 4. Pembahasan
- 5. Rasa Adaptasi Kisah Nyata
- 6. Na In Woo dan Kim So Hyun Layak Dipuji
- 7. Fokus Politik : Saya
- 8. KBS2 Keren, Salut Banget
- 9. Kesimpulan
- 10. Kelebihan
- 11. Kekurangan
- 12. Catatan Tambahan
- 13. Rating
1. Profil
Judul : River Where The Moon Rises
Hangul : 달이 뜨는 강 (Dari Tteuneun Gang)
Genre : Sejarah, Kerajaan, Aksi, Politik, Romantis
Rating Konten : 15 Tahun Ke Atas
Durasi : 70 Menit
Total Episode : 20
Saluran : Viu, KBS2
Tanggal Tayang : 15 Februari 2021
Tayang Setiap : Kamis
Penulis : Han Ji Hoon
Sutradara : Yoon Sang Ho
Adaptasi : Novel Princess Pyeonggang oleh Choi Sagyu.
2. Pemeran
Kim So Hyun sebagai Putri Pyeonggang/Yeom Ga Jin. Pribadi yang tegas, tidak kenal takut dan pengabdi sejati. Selain jago berperang, juga cukup ahli dalam politik. Dia menjadi ratu pertama yang menjalankan kekuasaan setingkat raja karena putra mahkota yang masih muda.
Na In Woo sebagai On Dal. Anak Jenderal dari Suku Sunno. Rela melakukan apapun demi istri tercintanya Pyeonggang.
Lee Jin Ho sebagai Jenderal Go Geon. Guru Pyeonggang dan adiknya. Anak dari kepala suku elit di Goguryeo yang haus kekuasaan.
Choi Yu Hwa sebagai Hae Mo-yong. Ahli hebral sekaligus berpura-pura. Dia tipe wanita yang tidak kenal ampun.
Kim Bup Rae sebagai Raja Pyeonggwon. Ayah Pyeonggang. Menjadi 'gila' sejak istrinya tiada.
Lee Hae Young sebagai Go Won Pyo. Ayah Go Geon.
Wang Bitna Sebagai Ratu Jin. Penuh tipu muslihat.
Kim Jung Young sebagai Nyonya Dayang Gong Son. Pelayan Putri Pyeonggang.
Hwang Young Hee sebagai Ibu On Dal.
Kim Hee Jun sebagai Tara Jin. Sahabat Pyeonggang.
Ryu Eui Hyun sebagai Tara San. Kembaran Tara Jin. Sahabat Pyeonggang.
Park Sang Hoon sebagai putra mahkota. Adik kandung Pyeonggang.
Kim Dong Young sebagai Sa Poong Gae. Sahabat On Dal. Sangat setia kepada On Dal.
3. Sinopsis
Putri Pyeonggang terpaksa meninggalkan istana ketika Ibunya mengajak pergi ke Suku Sunno untuk memperkuat kekuasaan raja. Akan tetapi usaha mereka gagal karena ratu terbunuh akibat tuduhan berselingkuh dengan seorang jenderal.
Kepala Suku Sunno kemudian mengirim putranya, On Dal untuk mengantar sang putri ke sebuah kuil demi keamanannya. Naas mereka terpisah ditengah perjalanan.
Beberapa waktu berlalu, keduanya sudah dewasa. On Dal dan Pyeonggang kembali bertemu di sebuah kampung nan jauh dari peradaban bernama Lembah Hantu. On Dal yang terpesona dengan kecantikan Putri Pyeonggang mencoba untuk meraih hati sang putri. Saat itu dia belum menyadari identitas asli Pyeonggang karena beberapa alasan.
On Dal sangat mencintai Putri Pyeonggang, begitu juga sebaliknya. Suami Pyeonggang rela melakukan berbagai cara untuk membantu istrinya mempertahankan keluarga istana Goguryeo. Dia rela melepas prinsipnya untuk tidak membunuh siapapun demi Pyeonggang.
Perjalanan cinta mereka sangat berat ketika terjebak dengan politik 'tragis' di istana.
4. Pembahasan
Tata busana menjadi salah satu bagian memukau dari "River Where The Moon Rises". Apalagi untuk Pyeonggang selepas masuk istana. Cantik banget. Justru untuk ratu yang kurang mendapatkan perhatian sehingga terlihat rambut sedikit berantakan disana sini.
Saya cukup salah paham dengan tokoh Jenderal Go Geon dan Hae Mo-yong. Hubungan mereka cukup pelik. Jawaban atas hubungan mereka baru saya pahami setelah menonton episode 20. Maklum, saya nontonnya loncat-loncat.
Tapi kedua karakter itu mencuri perhatian saya tentang makna pengabdian, sekalipun obsesi juga sangat tinggi.
Go Geon sempat saya pikir sebagai sosok yang tidak mengambil garis dengan jelas. Disamping ingin balas dendam ada juga perasaan lain. Karena itulah posisinya dalam drama sempat membuat saya bingung. Antara mendukung Pyeonggang atau tidak.
Asal judul "River Where The Moon Rises" dapat saya pahami dari episode 20. Oh...jadi itu maksudnya.
5. Rasa Adaptasi Kisah Nyata
Ada banyak drama kerajaan korea yang diadopsi dari kisah nyata dengan nama-nama yang sama. Seperti "Dong Yi", "Queen Seondeok" dan "The Red Sleeve". Namun saya sangat merasakan susah senang antara pasangan suami istri dalam "River Where The Moon Rises".
Kim So Hyun dan Na In Wo sukses menggambarkan perasaan 'tragis' karakter yang terjebak dunia politik. Karena Karakter So Hyun, Putri Pyeonggang harus tinggal diistana demi membimbing adiknya meskipun sudah berniat meninggalkan istana bersama suaminya, On Dal. Ini sangat mengharukan loh gengs.
Saya paling ingat adegan ketika On Dan yang bersimbah darah sedang berendam, Pyeonggang datang untuk menemuinya. Kesedihan saya tidak bisa terbendung karena mereka saling menunjukkan dukungan meskipun pahit rasanya melepaskan impian hidup damai. Ketika istrinya ingin membasuhnya On Dal berkata "Jangan, aku bau darah" berhasil menusuk hati saya.
Dedikasi On Dal untuk sang istri tiada tanding. Suami yang luar biasa dalam mengabdikan diri untuk membantu Pyeonggang sekalipun melawan impian hidupnya selama ini.
Keduanya terpaksa terpisah jarak karena masalah politik. Sejujurnya mereka berusaha menahan diri. Tapi kondisi ketika kalian menonton plot "River Where The Moon Rises" akan berasa berat banget ujian pasangan suami istri itu.
Dari beberapa sumber internet saya membaca bahwa cerita mereka adalah nyata. On Dal memang seorang jenderal besar semasa Goguryeo yang berasal dari kasta rendah. Dan tidak banyak kisah putri yang menikahi kasta rendah dalam drama kerajaan.
Bayangkan saja, In Woo harus cepat beradaptasi untuk shooting karena skandal yang menimpa Kim Ji Soo, pemeran On Dal sebelumnya. Berat sudah tentu. Saya menyadari itu karena beradaptasi bukanlah perkara mudah, apalagi dia memiliki tekanan untuk membangun chemistry dengan lawan mainnya.
Kim So Hyun tidak kalah sangar. Adegan aksi Kim So Hyun totalitas. Saya melihat gerakan aksinya sangat tangkas dan mencerminkan seorang yang terlatih dengan pedang. Memerankan karakter yang sangat kuat, baik sebagai tentara dan politikus mematikan.
Chemstry keduanya terbangun dengan baik meskipun dalam waktu singkat. Mereka sangat menikmati kerjasama, dilihat dari bts. Saya bisa melihat naik turun hubungan suami istri dari kedua pemeran. 'Gila' banget emang bagian sedih keduanya.
7. FOKUS Politik : Saya
Rate keseluruhan untuk "Where The Moon Rises" 7/10. Ada beberapa sebabnya. Penyebab utama adalah plot politik yang belum masuk area istana sampai episode 9. Mungkin tidak sama bagi kalian karena saya sangat suka politik pelik dalam drama kerajaan daripada sesi romantisme.
Namun bagian politik menuju akhir episode membuat saya membenci adik Pyeonggang dan mengatainya "Tidak tau diri!"
Dia ngga sadar seberapa keras usaha kakaknya untuk menjaganya dari serangan politik di istana. Kalau mengingat sikap dinginnya pada Pyeonggang sangat membuat saya marah.
8. KBS2 Keren, Salut Banget
"River Where The Moon Rises" mendapatkan skandal yang tidak terbayangkan sehingga mereka harus mengganti pemeran utama. Tindakan tersebut tentu tidak mudah karena mereka telah melangsungkan pengambilan gambar hingga pertengahan episode.
Salut banget dengan perjuangan tim "River Where The Moon Rises" untuk penggarapan dramanya.
Ketika menonton BTSnya, saya terpukau dengan keprofesionalan para pemeran dan staff. Mereka bahkan terlihat menikmati pengambilan gambar ulang.
9. Kesimpulan
Kim So Hyun memang 'kiblat' saya untuk menonton "River Where The Moon Rises". Sayangnya plot tidak sesuai dengan harapan saya, terkhusus episode 1-10. Mulai episode 11-20, saya cukup menikmati ceritanya karena intens dengan politik dalam istana. Susah senang antara pasangan suami istri On Dal dan Pyeonggang menjadi bagian romantis terberat. Terkesan melodrama.
Akting Kim So Hyun memang baik, sehingga tidak asing bila dia masuk dalam nominasi Best Actress Baeksang Art Awards 2021. Walau menurut saya lakon aksi yang dibawakannya menjadi pendukung terberat penilaian.
Untuk kalian yang menyukai happy ending, drama ini dapat menjadi pilihan. Sekalipun sedikit fantasi karena berkaitan dengan ilmu tenaga dalam yang jarang dibahas dalam drakor.
10. Kelebihan
- Adegan aksi dari "River Where The Moon Rises" salah satu yang terbaik. Sepertinya sutradara sangat fokus pada itu. Adegan perang juga demikian. Megah banget.
- Beberapa pengambilan gambar sangat indah. Utamanya adegan gunung dan hutan.
- Tata busana Kim Soo Hyun adalah terbaik. Persis gaya Goguryeo yang mirip Putri Deokman Silla "Queen Seondeok".
11. Kekurangan
- Lakon Ji Soo di awal episode sangat mempengaruhi mood saya untuk menonton. Saya merasakan kejomplangan lakonnya dengan Kim Soo Hyun. Setelah saya pikirkan, sepertinya saya terganggu dengan jenis suara Kim Ji Soo. Terdengar sedang pilek, atau serak.
- Kim So Hyun dalam beberapa kesempatan terlihat kurang match dengan Bahasa Kerjaan Goguryeo. Menurut saya pemilihan nada untuk beberapa dialog kurang nyaman didengarkan.
13. Rating
7/10
Cerita : 7
Sinematografi : 8,5
Akting : 8,5
Musik : 7
Usaha Sinemator, Staff dan Pemeran : 10
Tonton Ulang : 7



Posting Komentar