Kesan Pertama Drama Korea "One Ordinary Day" (2021) : Sama Sekali Tidak Ordinary
Drama yang dibintangi aktor termahal se-Korsel, siapa yang ngga pengen nonton?
Tapi bukan karena itu sih saya nontonnya. Soalnya saya belum nonton “It’s Okay Not to Be Okay”.
Saya pribadi paling suka Kim Soo Hyun di “Dream High” dan “The Producer”.
Yuk ikuti pembahasan kesan pertama “One Ordinary Day” berikut. Saya sudah menonton episode 1-3.
© Coupang Play
Daftar Isi
- 1. Profil
- 2. Pemeran
- 3. Sinopsis
- 4. Pembahasan
- 5. KIM SOO HYUN dan Adegan Ranjang
- 6. BIKIN Insecure Sama Manusia, Terkhusus Penegak Hukum
- 7. Kesimpulan
- 8. Kelebihan
- 9. Kekurangan
- 10. Catatan Tambahan
- 11. Rating Awal
- 12. Daftar Drama Korea 2021
- 13. Trakteer Admin
1. Profil
Judul : One Ordinary Day
Hangul : 어느 날 (Eoneu Nal)
Genre : Kriminal, Thriller, Hukum, Misteri
Rating Konten : 17 Tahun Ke Atas
Durasi : 60 Menit
Total Episode : 8
Saluran : Viu
Tanggal Tayang : 27 November 2021
Tayang Setiap : Sabtu, Minggu
Penulis : Kwon Soon Kyu
Sutradara : Lee Myun Woo
Remake : Serial TV Britania “Criminal Justice” oleh Peter Moffat
2. Pemeran
Kim Soo Hyun sebagai Kim Hyun Soo. Mahasiswa biasa.
Cha Seung Won sebagai Pengacara Shin Joong Han. Seorang pengacara kelas bawah yang sudah malang-melintang menangani klien.
Lee Seol sebagai Seo Soo Jin.
Yang Kyung Won sebagai Park Dong Shik. Tahanan.
Kim Shin Rok sebagai Jaksa penuntut kasus Hyun Soo bernama Ahn Tae Hee.
Kim Hong Pa sebagai Kepala Tim Kepolisian, Park Sae Bom.
Kim Sung Gyu sebagai Do Ji Tae.
3. Sinopsis
Malam itu Hyun Soo ada janji dengan rekan sekampus untuk bergabung dalam pesta. Sayang sekali “malam itu” juga menjadi alasan dia menjadi tersangka utama kasus pembunuhan seorang wanita.
Shin Joong Han adalah satu-satunya pengacara yang mau membantu Hyun Soo. Dia tidak sengaja melihat Hyun Soo dan tertarik untuk menggali lebih jauh terhadap kasusnya. Padahal telah ada banyak bukti yang memberatkan kasus Hyun Soo.
4. Pembahasan
Ceritanya padat sehingga sangat fokus dalam beberapa karakter saja. Termasuk kesedihan diberikan seperlunya. Tidak terlalu dramatis.
Akting Kim Soo Hyun seperti biasa. Sangat bagus. Apalagi adegan menangisnya. Saat dia bilang “Bukan saya” sembari menolak untuk ditangkap, paling lekat dalam ingatan.
Meskipun saya sudah bertahun-tahun menonton drama korea. Tapi masih tidak nyaman dengan adegan ranjang. Apalagi Kim Soo Hyun yang memainkannya.
Kenapa?
Kim Soo Hyun itu punya visual yang manis ga sih? Maksud saya kalem begitu. Walau emang benar kalau semua manusia pasti akan melakukannya. Tapi untuk hiburan dalam drama, saya kurang nyaman.
Mungkin karena padangan saya terhadap agama sehingga berpikir demikian.
Pemeran “It’s Okay To Not be Okay” itu memang terkenal dengan keniatannya dalam melakonkan karakter. Pernah ciuman sesama jenis di “The Producer” dan adegan ranjang di “Real”.
Kadang saya dilema untuk menilainya sebagai keberanian atau dosa. Terlebih kalau kondisi itu ada di sinema Indonesia, kalo penilaian saya pada kata “berani” dan “realistis”. Kadang pendapat itu menjadi faktor berat dalam menulis novel.
Akhir-akhir ini banyak hal sangat ‘kabur’ dalam penilaian saya. Apalagi prinsip hidup. Entahlah apa yang sedang terjadi pada saya.
6. BIKIN Insecure Sama Manusia, Terkhusus Penegak Hukum
Manusia adalah makhluk paling abstrak dari segala makhluk. Hati mereka yang dalamnya tak tergapai membuat saya ketakutan untuk beberapa waktu belakangan. Sehingga sulit untuk percaya dan menggantungkan hati.
“One Ordinary Day” seolah membenarkan bahwa manusia memang demikian. Tidak mudah dikenali hatinya.
Seseorang yang polos bukan alasan utama dia baik. Begitu pula mereka yang terlihat seram, belum tentu hatinya buruk.
Kalo mengamati tentang penegak hukum. Saya beberapa kali mengamati cara penegakan hukum di Indonesia.
Kenyataannya praktek semacam “One Ordinary Day” mungkin terjadi. Apalagi jika kasusnya berkaitan erat dengan politik. Sebut saja pemilu yang membuat saya sangat malu sebagai pemeluk islam.
Lalu kasus pencurian yang dilakukan oleh warga biasa, hingga mereka dihukum kurungan hanya karena mereka mencuri beberapa buah. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka hanya memungut buah yang jatuh.
Tapi dalam “One Ordinary Day” lebih buruk lagi. Karena penegak hukum sengaja melakukan ini-itu untuk memenangkan kasus masing-masing.
7. Kesimpulan
Permulaan episode membuat saya merasa drama ini cukup ‘simple’ dibandingkan drama misteri lainnya. Bukan berarti buruk, tetapi ceritanya sangat padat sehingga kita tidak terlalu mengikuti intens terhadap pembunuh sebenarnya. Melainkan melihat orang yang bekerja dibidang hukum.
Keinginan mengetahui penjahat sebenarnya tidak terlalu menekan saya seperti drama lain. Tetapi saya suka dan penasaran dengan cara pembuktian oleh penegak hukum. Seperti “Stanger 1”.
Kesan padat dalam cerita. Apalagi hanya 8 episode membuat saya ingin menonton lebih jauh.
8. Kelebihan
- Kepadatan cerita.
- Drama pendek dengan 8 episode.
- Akting Kim Soo Hyun yang sangat baik.
9. Kekurangan
- Kurang membangkitkan minat mengetahui pembunuh asli karena sudah tertarik dengan cara penegak hukum menyelesaikan kasus Kim Soo Hyun.
10. Catatan Tambahan
- Cocok untuk kamu yang suka dengan cerita kriminal yang fokus pada penegak hukum.
- Untuk muslim hati-hati. Ada adegan ranjang di episode 1.



Posting Komentar