7 Fakta Serial Gadis Kretek, Romansa Tragis Berpadu Sejarah Rokok

Fakta menarik serial Indonesia original Netflix Gadis Kretek, Dibintangi Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Putri Marino, Arya Saloka
Kisah cinta tragis antara peracik saus kretek (Dian Sastrowardoyo) dan calon pengusaha kretek nomor satu di Indonesia
Fakta Serial Indonesia Original Netflix Gadis Kretek
Projek serial Gadis Kretek (Cigarette Girl) yang viral pertengahan 2022 lalu, akhirnya siap rilis pada 2 November mendatang. Yeey.

Menjelang perilisannya, Netflix Indonesia mengunggah teaser yang menunjukkan tokoh Dasiyah, seorang peracik saus kretek. Dasiyah alias Jeng Yah ini, nantinya menjalin asmara dengan pria bernama Soeraja hingga suatu masalah akan memisahkan mereka.

Bertabur bintang, serial Gadis Kretek dibintangi oleh artis kenamaan tanah air, meliputi Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Putri Marino, Arya Saloka, Ibnu Jamil, Sheila Dara Aisha, hingga Tissa Biani. (Baca : gasabar). Lalu apa saja fakta lain serial Indonesia Gadis Kretek? Yuk baca sampai habis.

1. Adaptasi novel tentang sejarah awal pergerakan pabrik kretek di Indonesia

Serial Indonesia Origina Netflix Gadis Kretek merupakan adaptasi novel karya Ratih Kumala
Sampul novel Gadis Kretek ©Gramedia
Serial Gadis Kretek merupakan adaptasi novel dengan judul sama karangan Ratih Kumala. Novel terbitan Gramedia Pustaka Utama ini, masuk dalam 10 besar penerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) pada tahun 2012. 

Kisah Gadis Kretek berlatar belakang era penjajahan yang menampilkan romansa kandas akibat memburuknya kondisi geopolitik. Dikutip dari kompas.com, ceritanya merangkum tiga zaman perkembangan rokok, yaitu era modern, masa penjajahan Jepang dan awal kemerdekaan Indonesia. 

Ratih Kumala yang ingin novelnya tidak hanya menghibur pembaca, tetapi juga dapat memberikan pengetahuan mengenai sejarah rokok kretek di Indonesia, mengaku membutuhkan waktu empat tahun untuk melakukan riset. Dia mengunjungi pabrik-pabrik kretek di Jawa Tengah dan Jawa Timur, bahkan mengoleksi hingga 200 bungkus jenis rokok kretek. Dikutip dari detikHot, Novel Gadis Kretek terinspirasi dari perusahaan rokok kretek milik kakek Ratih yang meninggal sebelum dia lahir.

Novel bergenre sejarah, romansa dan drama ini juga memperkenalkan variasi kretek dan tembakau, seperti Tembakau Srintil yang merupakan tembakau berkualitas terbaik dengan kadar nikotin tertinggi. (gramedia.com)

2. Dipimpin sutradara Kamila Andini dan Ifa Isfansyah dari Film Yuni, Nana dan Losmen Bu Broto

Serial Gadis Kretek disutradarai Kamila Andini dan Ifa Isfansyah dari Film Yuni, Nana dan Losmen Bu Broto
Poster Film Yuni, Nana dan Losmen Bu Broto ©Fourcolours Film
Kamila Andini dan Ifa Isfansyah merupakan sutradara pasangan suami istri yang sukses menorehkan banyak prestasi, salah satunya di Festival Film Indonesia (FFI). Melalui rumah produksi Fourcolours Film bersama Titimangsa Foundation, mereka berhasil mengantarkan Film Nana alias "Before, Then, & Now" (2022) sebagai pemenang Film Terbaik dalam Asia Pacific Screen Awards 2022. 

Film Yuni (2021) yang disutradarai Kamila Andini sekaligus diproduseri Ifa Isfansyah dan Chand Parwez Servia, memenangkan Plaform Prize di Festival Film International Toronto. 

Kemudian Losmen Bu Broto (2021) oleh Ifa Isfansyah dan Eddie Cahyono, juga melibatkan Kamila Andini dalam penulisan karakternya. Keren, bukan? Mereka sangat kompak ya dalam membuat film.

3. Dian Sastrowardoyo, putri pertama pemilik pabrik kretek bernama Dasiyah

Dian Sastrowardoyo memerankan Dasiyah alias Jeng Yah di Series Netflix Gadis Kretek
still cut serial Gadis Kretek ©Netflix
Protagonis Film "Ada Apa dengan Cinta?" (2002) ini memerankan Dasiyah alias Jeng Yah, yang merupakan putri pertama Idroes Moeria, pemilik pabrik Kretek Gadis. Perempuan visioner yang terkenal akan keahliannya meracik saus kretek ini nantinya menjalin hubungan dengan Soeraja (Ario Bayu) namun berpisah karena memburuknya kondisi geopolitik.

4. Comeback serial web Ario Bayu sejak The Bridge (2020)

Ario Bayu memerankan Soeraja pengusaha rokok kretek di Serial Gadis Kretek Netflix
Kiri Ario Bayu di "Gadis Kretek", kanan di "Sultan Agung : Tahta, Perjuangan, Cinta" ©Netflix,Mooryati Soedibyo Cinema
Ario Bayu bagi saya adalah "Pahlawan" berkat perannya di Film Soekarno (2013) dan "Sultan Agung : Tahta, Perjuangan, Cinta" (2018). Serial original Netflix ini menandai kembalinya Ario Bayu sejak serial web Malaysia-Singapura The Bridge.

Di serial Netflix Gadis Kretek, aktor kelahiran Jakarta ini memerankan Soeraja yang jatuh cinta kepada Jeng Yah. Begitu cintanya, permintaan terakhir pria ini justru bertemu dengan mantan kekasihnya itu.

Soeraja sendiri digambarkan sebagai pribadi yang rajin dan ulet, hingga mampu membangun perusahaan Djagat Raja menjadi merek kretek nomor satu di Indonesia.

5. Arya Saloka memerankan Lebas, putra bungsu CEO pabrik kretek Djagat Raja

Arya Saloka memerankan Lebas, putra bungsu CEO pabrik kretek Djagat Raja di Serial Gadis Kretek
still cut Gadis Kretek ©Netflix
Bintang serial Ikatan Cinta, Arya Saloka memerankan Lebas, putra bungsu Soeraja yang berjiwa bebas, cenderung hidup seenaknya sendiri. Namun dia karakter penting yang menyatukan kedua saudaranya untuk menemukan Jeng Yah. 

6. Bukan istri tersakiti, Putri Marino sebagai anak Dian Sastrowardoyo

Putri Marino sebagai anak Dian Sastrowardoyo di Serial Gadis Kretek
Putri Marino di Layangan Putus ©MD Entertainment
Serial Layangan Putus yang menobatkan Putri Marino sebagai istri paling tersakiti, disini memerankan putri Jeng Yah bernama Arum. Putri peracik saus kretek ini merupakan pribadi mandiri dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.

7. Sinopsis Serial Indonesia Gadis Kretek

Sinopsis Serial Indonesia Original Netflix Gadis Kretek
still cut serial Gadis Kretek ©Netflix
Gadis Kretek mengisahkan juragan rokok kretek bernama Soeraja (Ario Bayu) yang sekarat. 

Menanti ajal, pemilik pabrik kretek ternama di Indonesia, Djagat Raja ini justru ingin bertemu mantan kekasihnya Jeng Yah (Dian Sastrowardoyo) yang tidak diketahui keberadaannya.

Meskipun permintaan terakhir itu membuat istrinya cemburu, tiga putranya : Lebas (Arya Saloka), Karim (Dimas Aditya), dan Tegar (Winky Wiryawan) tetap melakukan pencarian Jeng Yah ke pelosok tanah Jawa.

Sepanjang perjalanan itu, ketiganya mengetahui rahasia keluarga, asal muasal terkenalnya Kretek Djagat Raja, hingga kisah cinta ayah mereka dengan Jeng Yah alias Dasiyah.

Produksi serial original Netflix Gadis Kretek melibatkan rumah produksi BASE Entertainment dibalik "Petualangan Sherina  2" dan Fourcolours Film dari Film Yuni. Semakin menjanjikan, bukan?

Saya sendiri antusias menantikan serial romansa tragis yang berpadu sejarah rokok ini. Apalagi ada Ario Bayu dan Putri Marino yang pernah membius saya dengan kemampuan lakonnya di "Sultan Agung : Tahta, Perjuangan, Cinta". Kamu juga?

Posting Komentar