4 Alasan Nonton Drakor "Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun"

Siap dengan peperangan 'Lee Joon Gi' vs 'Jang Dong Gun'
4 Alasan Menantikan "Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun" Lee Joon Gi, Shin Se Kyung, Jang Dong Gun, Kim Ok Vin
Empat tahun lalu jagat drama korea dikejutkan dengan kemunculan “Arthdal Chronicles” yang digaungkan menjadi “Game of Thrones” versi Korea. Pengambilan latar era prasejarah menjadi Kerajaan pertama yang berdiri di tanah fantasi Arthdal, sukses membuat drakor ini meraih penghargaan sebelum penayangannya.

Sayangnya Arthdal tidak mendapatkan respon semewah beritanya, mampu bertahan sekitar 6.5% di Korea Selatan. Meski begitu penggemarnya tetap terpukau dengan ide Arthdal Chronicles yang unik. Sehingga itu alasan kita (baca: eaa kita) menantikan musim keduanya.

Berikut alasan saya menantikan "Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun", kalau kamu beda, tulis di komen ya.

1. Cerita yang lebih menegangkan menuju peperangan antara Ta Gon dan Eun Som

still cut Lee Joon Gi dan Jang Dong Gun di Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun ©tvN
Beda dengan musim 1, sinopsis Sword Aramun berserta pernyataan penulis merujuk pada peperangan antara Ta Gon dan Eun Som. Kita sebagai penggemar drama prasejarah ini tentu memahami kalau musim yang dibintangi Song Joong Ki benar-benar fokus ke pengenalan karakter, ibaratnya masih suantuy alurnya. Ketegangan cerita baru ada di puncak-puncak episode (Part 3 musim 1).

Nah musim 2, saya dibuat antusias dengan prahara yang akan tejadi di tanah Arthdal. Terutama bagaimana peperangan itu akan terjadi. Teasernya juga sudah menunjukkan pertemuan antara Eun Som dan Ta Gon di medan perang. Cuman, saya meragukan peperangan akan dibuat tuntas di musim 2 karena total episodenya hanya 12. Tapi kalau diringkas begitu juga epik daripada dipanjangin dan bikin bosen.

Tapi gini…

Tujuan akhir drama ini brati membuat Eun Som menjadi raja Artdhal plus Suku Ago ya? Persis seperti Aramun Haesulla. (baca : jujurly meski penggemar, belum begitu paham betul drama ini) 

2. Penasaran dengan eksekusi pemeran utama pengganti Eun Som (Lee Joon Gi) dan Tan Ya (Shin Se Kyung)

still cut Lee Joon Gi dan Shin Se Kyung Gun di drakor Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun ©tvN
still cut Lee Joon Gi dan Shin Se Kyung Gun di drakor Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun ©tvN
Lee Joon Gi, secara pribadi saya percaya aktor “Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo” ini akan serius memerankan dua karakter yang sebelumnya apik ditunjukkan oleh Song Joong Ki. Adegan perang yang menunjukkan Eun Som oleh Lee Joon Gi menebas kepala musuhnya diekspresikan dengan apik.

Sementara itu, penggemar drama ini sebagian besar meragukan Shin Se Kyung. Mau bagaimana lagi, bintang Run On (2020) ini kerap menampilkan ekspresi datar pada setiap karakter yang dia perankan. Yah…meskipun saya kurang setuju, karena di Run On aktingnya cukup menjanjikan. Tapi…

Saya benar-benar berharap Shin Se Kyung tidak akan mengecewakan saya. Karena saya sangat menggemari karakter Tan Ya yang sudah diperankan dengan brilian oleh Kim Ji Won.  Kalau melihat  teasernya, saya pikir cukup menarik adegan ketika Shin Se Kyung sedang menari untuk memanjatkan doa. Ekspresinya terlihat jelas. Namun bagian ketika menangis dan rasa khawatir kurang memunculkan rasa. Semoga bagus!

3. Gasabar perkembangan Tan Ya (kesayanganku) di musim “The Sword of Aramun”

still cut Shin Se Kyung Gun di drakor Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun ©tvN
still cut Shin Se Kyung Gun di drakor Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun ©tvN
Saya penggemar Tan Ya karena dia ikonik. Nah saya suka karena ditengah kegaduhan yang terjadi di Kerajaan Arthdal, dia bagaikan titik terang masyarakat dari kekejaman Ta Gon dan ketamakan Tae Al Ha. Perhatiannya sebagai seseorang yang merasakan penderitaan terhinakan hingga terseret ke Arthdal begitu merasuk dihatinya dan membuat Tan Ya ingin menolong Masyarakat. 

Terlebih, kemampuan magis Tan Ya kerap kali membuat saya merinding. Seperti ketika dia seolah kerasukan ‘roh’ dan bisa membaca pikiran Yang Cha, wow itu merinding.

Lalu saat-saat dia memantrai rakyat Arthdal dengan :

“Aku, Tanya dari Arthdal mengucapkan mantra kepada kalian semua. “Rakyat”. Kalian mungkin lahir di dunia ini dengan status sebagai kasta terendah, tetapi kalian bisa menjadi apapun. Karena takdirku sekarang terikat bersama kalian, kuharap kalian memberikan dukungan sepanjang aku melindungimu. Wahai rakyatku.” Bergetar banget saya mendengar tanya mengatakan itu, seakan ada titik terang dari kekacauan yang ada di Arthdal.

Waah isi hati Tan Ya ini bikin aku begidik sekaligus terharu. Tan Ya berubah menjadi karakter yang bertekad menguatkan diri untuk masuk percaturan politik demi kesejahteraan rakyatnya.

Nah, karena itu saya menantikan perkembangan Tan Ya lebih jauh. Misalnya perseteruan dengan Tae Al Ha hingga bagaimana dia akan memposisikan diri sebagai pendeta tinggi di kerajaan itu.

4. Menantikan dinamika politik di Arthdal antara ‘tiga pemimpin’, raja ratu dan pendeta

Poster karakter drakor Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun ©tvN
Poster karakter drakor Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun ©tvN
Tiga-tiganya memiliki tujuan yang sama untuk kekuasaan, tapi Tan Ya adalah titik cerah. 

Ta Gon memerintah dengan kekejaman.
Tae Al Ha ingin mengendalikan kekuasaan dengan ketamakannya.
Tan Ya akan berdoa sekaligus memberikan aksi nyata untuk menyelamatkan rakyatnya.

Ketiga pemimpin Arthdal ini membuatku antusias bagaimana politik akan berjalan disana. Pasti bakal pelik banget. Penuh dengan intrik untuk saling menjatuhkan. (baca: super gasabar)

Itu tadi alasan saya menantikan drakor "Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun". Kamu bisa menonton serial 12 episode ini di Disney+ yang mulai rilis 16 September 2023, langsung 3 episode.

Posting Komentar