Ryeoun kembali ke 1995 dan membentuk band dengan ayahnya, Choi Hyun Wook.
Drama korea terbaru Twinkling Watermelon, memberikan nafas semangat untuk penontonnya karena mengangkat kisah muda-mudi yang terhubung melalui musik.
Bergenre fantasi dan perjalanan waktu, drama 16 episode ini menceritakan seorang anak dari orang tua tuna rungu yang terlempar ke tahun 1995. Dia kemudian bertemu versi muda ayahnya dan dengan teman-teman misterius disana, mereka membentuk band bernama Sugar Watermelon.
Ryeoun, Choi Hyun Wook, Seol In Ah dan Shin Eun Soo mengambil peran utama dengan hubungan kompleks yang saling mempengaruhi. Misalnya Choi Hyun Wook dan Ryeoun adalah ayah dan anak dimasa depan. Untuk mengenal Twinkling Watermelon lebih lanjut, yuk, baca fakta-fakta drakornya berikut ini.
1. Karya penulis "Kill Me, Heal Me", "Moon Embracing the Sun" dan "Chicago Typewriter", mengangkat kisah pertama tentang anak dengar dari orang tua tuna rungu (CODA) di drama korea
![]() |
| Poster drama karya penulis Twinkling Watermelon ©MBC-tvN |
Ji Soo Wan adalah salah satu penulis drama korea yang terkenal. Apalagi dengan "Moon Embracing the Sun (2012)", "Kill Me, Heal Me (2015)", dan "Chicago Typewriter (2017)". Saya sudah menonton semuanya, dan karya Ji Soo Wan memang memiliki keunikannya sendiri, terkhusus penokohannya.
Misalnya drama yang dibintangi Hwang Jung Eum dan Ji Sung, "Kill Me, Heal Me", Ji Soo Wan membuat Ji Sung memerankan 7 karakter sekaligus. Adapun drama ini mendapat versi China dengan judul Seven of Me. Dulu ada kabar akan dibuat versi Eropa, tapi belum ada berita penayangannya sampai sekarang.
Drakor Chicago Typewriter juga menunjukkan penokohan menarik dari seorang penulis yang dulunya pejuang kemerdekaan, Han Se Joo oleh Yoo Ah In. Lalu ada Im Soo Jung yang memerankan Jun Sol, seorang dokter hewan yang dikehidupan sebelumnya adalah penembak jitu. Puncaknya ada karakter Yoo Jin Oh yang diperankan Go Kyung Pyo, hantu yang mendiami mesin ketik yang nantinya menghubungkan peran Im Soo Jung dan Yoo Ah In.
Karya fenomenal Moon Embracing the Sun, mampu mengantarkan penulis Ji Soo Wan sebagai Writer of the Year. Meskipun berasal dari novel, kelihaian Ji Soo Wan mengolah dialog sangat layak dipuji. Drakor yang dibintangi Kim Soo Hyun ini menjadi salah satu top drama kerajaan bagi saya.
Nah, bebicara tentang drakor Twinkling Watermelon...
Kita bisa merasakan getaran masa muda di tahun 1995 yang berpadu dengan sajian musik. Bagian unik Twinkling Watermelon terletak pada bahan penokohannya, pertama di drama korea yang mengangkat karakter CODA (Children of Deaf Adult) atau anak dengar dari orang tua tuna rungu. Saya pikir hubungan tokohnya juga menarik. Dimana tokoh utamanya, Eun Gyeol terlempar ke tahun 1995 dan bertemu versi muda ayahnya sebelum tuna rungu.
2. Ryeoun, anak dengar dari orang tua tuna rungu dengan bakat musik bernama Ha Eun Gyeol
![]() |
| still cut Ryeoun di drakor Twinkling Watermelon ©tvN |
Ryeoun yang mencuri perhatian penggemar drama korea melalui 18 Again (2020), memerankan Han Eun Gyeol, satu-satunya orang yang bisa mendengar di keluarganya yang tuna rungu.
Eun Gyeol adalah siswa teladan yang selalu berada di posisi atas peringkat sekolah. Seorang putra yang sempurna bersenyum indah dan siap mengesampingkan apapun untuk keluarganya. Tapi dia memiliki satu rahasia.
Siswa teladan ini menyembunyikan minat bermusiknya dan menjalani kehidupan ganda. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, Eun Gyeol bekerja sebagai gitaris band. Kontras ini menunjukkan dua dunia Eun Gyeol, sebagai siswa berprestasi di siang hari dan gitaris band di malam harinya.
Bagi Eun Gyeol musik adalah bahasa yang ada hanya untuknya, dan tidak bisa menjadi jembatan antara keluargnya dan dunia luar, sehingga menjadi alasannya untuk beraksi dibalik topeng. Ringkasnya, karena di keluarganya hanya dia yang bisa mendengar, Eun Gyeol merasa musik tidak mungkin dipahami keluarganya. Sehingga...
Semua musiknya akan menggambarkan pesan tersendiri dari perasaan yang selama ini Eun Gyeol alami.
Tim produksi menyebutkan tentang penemuan jati diri dari karakter Eun Gyeol, antara 'aku' yang terlihat dan 'aku' yang sebenarnya.
Saya merasa karakter Eun Gyeol ini rumit. Kemungkinan besar dia tidak banyak mengekspresikan dirinya dihadapan orang tuanya, apalagi bidang yang dia minati berada diluar jangkaun mereka. Hal ini menarik minat saya terhadap bagaimana anak dengar dari orang tua tuna rungu memahami dan memandang lingkungan mereka. Terutama kesulitan yang mereka lalui sejak kecil.
3. Ayah Eun Gyeol di tahun 1995, Ha Lee Chan diperankan Choi Hyun Wook
![]() |
| still cut Choi Hyun Wook di drakor Twinkling Watermelon ©tvN |
Drakor Twinkling Watermelon menandai kembalinya Choi Hyun Wook sebagai pemeran utama sejak Weak Hero 1 (2022). Meski begitu, sebenarnya dia sudah muncul di "D.P 2" (2023) sebagai aktor undangan.
Ha Lee Chan muda yang Choi Hyun Wook perankan menurut saya beresonansi dengan Moon Ji Woong "Twenty Five Twenty One". Kemiripan mereka terletak pada kepribadian yang berjiwa bebas, penuh semangat dan sangat ceria. Lee Chan seolah keluar dari kartun remaja yang begitu suka dengan kata-kata gairah, kerja keras, dan semangat.
Ayah Eun Gyeol versi tahun 1995 ini, karena darah mudanya yang panas sepanas musim panas dengan cepat jatuh hati pada Dewi Cello bernama Se Kyung (Seol In Ah). Dia kemudian mengangkat gitar di sebuah band demi menarik perhatian gadis pujaannya itu.
Beberapa foto yang tvN rilis menunjukkan Lee Chan tumbuh dengan getaran generasi X karena bergaul dengan mahasiswa lebih tua yang tinggal di rumah kos neneknya. Dia adalah anak laki-laki retro dengan kepekaan alami yang mendalam.
Setelah menonton teaser, saya menemukan interaksi menarik antara Lee Chan muda dengan Ha Eun Gyeol. Meskipun di masa depan mereka adalah ayah dan anak, keduanya bertransformasi menjadi best friend forever (BFF) yang 'kacau' atau lebih tepatnya saling nyablak.
Saya merasa Choi Hyun Wook akan memerankan Lee Chan bersama jiwa bebasnya dengan apik. Dan paling menunggu interaksi lucunya dengan 'anaknya'. Eaa
4. Seol In Ah menjadi Dewi Cello yang menarik hati Lee Chan muda
![]() |
| still cut Seol In Ah di drakor Twinkling Watermelon ©tvN |
Bukan konglomerat pecinta sekertaris tampan seperti di Business Proposal (2022), Seol In Ah memerankan Choi Se Kyung.
Seol In Ah mulai mencuri perhatian berkat perannya di Strong Girl Bong Soon (2017) dan School 2017. Dia memenangkan penghargaan akting pertamanya setelah membintangi drama 121 episode Sunny Again Tomorrow (2018). Bahkan drama panjang ini membuatnya mendapat nominasi di Baeksang Art Awards 2019.
Choi Se Kyung yang terkenal akan kecantikan yang murni dan elegan ini, berjulukan Dewi Cello dari Seowon Art High School. Dia tidak hanya memiliki standar yang tinggi terhadap kekasih, tetapi jadwal padatnya yang penuh latihan, pelajaran dan kompetisi membuat Se Kyung mengabaikan ajakan pacaran mereka, termasuk Lee Chan.
Meski sikap berduri Se Kyung membuat banyak siswa berkecil hati, tapi tidak untuk Lee Chan. Namun ini menjadi masalah serius untuk Eun Gyeol yang tindakannya nanti akan mempengaruhi cerita romansa. Seperti teasernya, Eun Gyeol terkejut mengetahui ayahnya lebih tertarik kepada Se Kyung, 'bibi' yang dia kenal dan bukan Ibunya Yoon Cheong Ah.
Teaser juga menunjukkan kalau Se Kyung masa kini sama seperti Eun Gyeol yang melakukan perjalanan waktu ke tahun 1995. Hmm...menarik ga sih. Hal itu akan membawa nuansa menarik dari hubungan mereka kan?
Saya masih meraba-raba apa hubungan Se Kyung dan Ibu Eun Gyeol, Yoon Cheong Ah. Kalau mereka bukan terikat darah, saya menduga kalau Se Kyung yang berkesempatan kembali ke 1995 ingin memperbaiki sesuatu. Sebab ia digambarkan dingin kepada banyak orang tapi serasa ingin dekat dengan Yoon Cheong Ah.
5. Shin Eun Soo memerankan Yoon Cheong Ah, Ibu Eun Gyeol versi SMA
![]() |
| still cut Shin Eun Soo di drakor Twinkling Watermelon ©tvN |
Shin Eun Soo mulai debut di film "Vanishing Time: A Boy Who Returned" (2016) dan mendapatkan nominasi Best New Actress dari Grand Bell Awards (2017), hal itu menobatkannya sebagai aktris yang berpotensi di industri perlakonan. Tahun kemarin, Shin Eun Soo berhasil meraih penghargaan KBS Drama Awards kategori Best Actress in Drama Special/TV Cinema dari "KBS Drama Special - Nineteen Sea Otters".
Yoon Cheong Ah adalah putri pemilik perusahaan manufaktur alat musik. Kontradiksi dengan pekerjaan ayahnya yang berkaitan dengan musik, Cheong Ah sudah hidup dengan keheningan sejak lahir. Dia hanya mengekspresikan diri melalui lukisan dan tulisan, bukan bahasa isyarat. Baginya lukisan bisa menjadi sarana untuk mengungkapkan emosi batinnya, bukan dengan suara. Mungkin karena inilah Cheong Ah terkenal dengan panggilan "Putri Es".
Ibu Eun Gyeol di masa depan ini menggemari Frida Kahlo, pelukis asal Meksiko yang terkemuka atas lukisan potretnya. Kahlo menginspirasi Cheong Ah dengan keteguhan mewujudkan "Viva La Vida" yang berarti panjang umur, meskipun pelukis itu berjuang ditengah rasa sakit yang luar biasa. Oleh karena itu, Cheong Ah berharap suatu hari hidupnya bisa berkilauan seperti Frida Kahlo.
Seolah menjawab harapan hidupnya, Lee Chan membawa dinamika di keseharian Cheong Ah, hingga tanpa disadari dia terseret pada kisah cinta segitiga yang pertama kali terjadi pada hidupnya.
6. Go Doo Shim, Choi Won Young, Chun Ho Jin dan Kim Tae Woo memeriahkan cerita
![]() |
| still cut pemeran pendukung bertabur bintang di drakor Twinkling Watermelon ©tvN |
Go Doo Shim merupakan aktris veteran yang kini kerap menjadi pemeran pendukung, terutama ibu tokoh. Misalnya di High Society (2015), Dear My Friends (2016), dan My Mister (2018). Meski demikian, Go Doo Shim dulunya kerap memenangkang Grand Prize alias Daesang di berbagai ajang penghargaan. Aktris ini memang sangat brilian dalam mengungkapkan karakter yang dia perankan. Saya paling ingat Go Doo Shim di drama 54 episode All About My Mom (2015) sebagai seorang ibu yang sangat mencintai anak-anaknya.
Di Twinkling Watermelon, Go Doo Shim memerankan Go Yang Hee, nenek Lee Chan.
Choi Won Young yang kita kenal karena Sky Castle (2018), Doctor Prisoner (2019), Under the Queen's Umbrella (2022), dan masih banyak lainnya, menjadi ayah Eun Gyeol alias Lee Chan dewasa.
Pemenang Daesang KBS Drama Awards dari drakor My Golden Life (2017) dan Once Again (2020), Chun Ho Jin adalah guru dan mentor Eun Gyeol sekaligus pemilik toko alat musik Viva Music. Dia dipanggil Kakek Viva.
Sementara itu Kim Tae Woo kembali memerankan karakter yang keras dan tegas, yaitu Ayah Yoon Cheong Ah, Yoon Geon Hyung.
7. Sinopsis drakor Twinkling Watermelon
![]() |
| still cut drakor Twinkling Watermelon ©tvN |
Eun Gyeol (Ryeoun) merupakan satu-satunya orang yang bisa mendengar di keluarganya yang tuna rungu. Dia adalah siswa teladan yang selalu berada di posisi atas peringkat sekolah. Seorang putra yang sempurna bersenyum indah dan siap mengesampingkan apapun untuk keluarganya. Tapi dia memiliki satu rahasia.
Siswa teladan ini menyembunyikan minat bermusiknya dan menjalani kehidupan ganda. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, Eun Gyeol bekerja sebagai gitaris band. Kontras ini menunjukkan dua dunia Eun Gyeol, sebagai siswa di siang hari dan gitaris band di malam harinya.
Suatu hari dia mengunjungi toko alat musik misterius dan terlempar ke tahun 1995. Disana dia bertemu Lee Chan (Choi Hyun Wook), versi muda ayahnya. Lee Chan digambarkan seolah keluar dari kartun remaja yang begitu suka dengan kata-kata gairah, kerja keras, dan semangat.
Lee Chan menyukai Choi Se Kyung (Seol In Ah) yang berjulukan Dewi Cello, sehingga terjadi cinta segitiga antara Lee Chan, Choi Se Kyung dan versi muda Ibu Eun Gyeol, yaitu Yoo Cheong Ah (Shin Eun Soo).
Mereka semua terhubung melalui musik dengan sebuah band bernama Watermelon Sugar.
Pan Entertainment yang menggarap The Doctors (2016), Fight for My Way (2017), When the Camellia Blooms (2019), Record of Youth (2020) hingga The Killing Vote (2023) bertanggungjawab terhadap keberhasilan produksi.
Sementara itu, Son Jung Hyun dari "Should We Kiss First?" (2018) dan When My Love Blooms (2020) menjadi sutradaranya.
Drakor terbaru Twinkling Watermelon kabarnya tayang perdana pada 25 September 2023 di Korea Selatan. Penonton global bisa menikmatinya di Viu, Viki dan Prime Video.
Saya cukup menantikan dramanya karena kentalnya nuansa masa muda, apalagi penggabungan dengan dunia musik terkhusus band. Benar-benar drama remaja yang sedang bertumbuh dengan penuh gairah!










Posting Komentar